ED TV, Sebuah Obsesi Masyarakat Atas Reality Show


Ketika kamu masuk ke dalam layar kaca, seketika itu pula dirimu menjadi milik orang banyak.

Saya pernah menjadi seperti orang kebanyakan yang ingin tenar. Kedengarannya konyol, tetapi pada saat saya duduk di Sekolah Dasar, saya begitu ingin menjadi selebriti. Saya bahkan sering mencari tahu tentang bagaimana kiat tepat memenangkan Miss Universe atau sekadar model sampul majalah.

Menjadi artis kedengarannya selalu menyenangkan. Dipuja, tampil, banyak uang. Saya yakin tiap-tiap dari kamu pun memiliki artis idola. Apa yang sulit dari kehidupan semacam itu?

Saat saya beranjak dewasa, baru saya menyadari bahwa menjadi selebriti tidak selamanya menyenangkan. Apakah kamu berpikiran sama? Bila tidak, mungkin kamu bisa melihat contohnya dalam EdTV.

Film ini bukanlah film berkualitas Oscar. Kamu bahkan bisa melihat beberapa kebodohan dan gurauan mesum di dalamnya. Namun, kalau kamu masih berambisi jadi selebriti, nampaknya kamu harus menonton film ini secepatnya.

Dari penjaga toko menuju idola masa kini.
Ed Pekurny (Matthew McConaughey) adalah pria yang cukup tampan, tetapi tidak cukup punya modal untuk bisa mendekati perempuan kelas menengah ke atas. Apa daya? Bahkan kakaknya yang brengsek, Ray, mengatakan bahwa hidup Ed adalah sebuah kegagalan: kariernya mentok hanya sebagai penjaga toko video.

Namun semuanya berubah ketika pihak True TV menganggap Ed punya wajah fotogenik dan pantas menjadi bintang acara realitas terbaru. Acara realitas alias reality show ini mengangkat kehidupan Ed sebagai orang biasa. Kecuali di kamar mandi, 24 jam hidup Ed akan diikuti oleh kamera. Tujuannya? Menampilkan kehidupan yang sejujur-jujurnya.

Ada dua hal yang akan didapatkan Ed dari program tersebut: uang dan ketenaran. Semua masyarakat kelas menengah sedikit ke bawah tak akan menolak hal tersebut.

Awalnya, Ed menikmati ketenarannya, sampai kemudian dia jatuh cinta pada Shari, pacar sang kakak yang diselingkuhi. Keduanya berciuman di depan kamera televisi setelah Ed menyampaikan permintaan maaf Ray yang selingkuh. Dinilai kurang cantik, Shari menjadi musuh publik terbaru. Masyarakat menganggap dia tak pantas untuk Ed yang tampan, sudah kaya, dan terkenal.

Kegemaran masyarakat akan ruang privat
Semestinya, masyarakat tidak punya urusan dengan tubuh Ed dan ke mana dia akan mengarahkan bibirnya. Bila Ed tak pernah jadi tenar lewat reality show ini, dia hanyalah seorang penjaga toko video yang bahkan bila bercinta di dalam mobil sekali pun, tak akan ada yang peduli dengannya.

Semua itu berubah ketika tubuh dan nyawa Ed menjadi milik publik via televisi. Dalam teori kultivasi yang dicetuskan oleh George Gabner, masyarakat yang menonton suatu program televisi dalam durasi lama, akan menganggap program tersebut sebagai cerminan kehidupan nyata. 

Apa yang ditampilkan dalam film EdTV memang (awalnya) merupakan kehidupan nyata. Ed tak perlu berakting. Ed tak perlu membaca naskah. Namun lama kelamaan, Ed harus menciptakan kenyataan-kenyataan palsu akibat permintaan pihak True TV dan jajak pendapat masyarakat.



Ed tak bebas pacaran dengan Shari karena Shari sudah muak dihakimi oleh masyarakat, dianggap terlalu buruk rupa untuk Ed yang ternama. Ed tak bisa mendatangi pemakaman Bapaknya karena pihak keluarga tak berkenan bila para kamerawan mengambil gambar di sana. Ini kehidupan paling memuakkan yang pernah dijalani oleh manusia.

Di kehidupan modern ini, media sosial dan aplikasi seperti Youtube sudah mulai mengambil sebagian perhatian masyarakat terhadap televisi. Namun kamu akan menyadari kalau konsepnya sama saja. Masyarakat menganggap media sosial dan video-video para vloggers sebagai cermin kehidupan nyata.

Lebih kejamnya lagi, kini masyarakat bebas berkomentar langsung kepada para selebriti terkait tayangan-tayangan yang mereka tonton. Benci dengan suatu film di bioskop dan sinetron di TV? Maki-maki saja aktor dan aktrisnya di kolom komentar Instagram. Merasa sebuah video Youtube buruk? Kirim cercaan di kolom komentar. Belum puas? Buat vlog alias video blog tandingan yang isinya berupa hinaan.

Jujur saya tidak membayangkan apa yang terjadi bila Shari hidup di masa kini dan Ed adalah bintang acara realitas Youtube ternama.

Sumber foto: Youtube

Post a Comment

1 Comments

  1. Terkenal itu kadang memuakkan dan bikin kita stress kalo kapan dan dimanapun kita selalu terpapar kamera publik yg mengulik kehidupan pribadi kita.

    thanks opini dan sharinngnya kaka

    ReplyDelete