Tidak Selamanya Menjadi Putri Kerajaan Itu Menyenangkan



Sebagian besar anak perempuan di muka Bumi ini, dan mungkin juga kamu di masa lalu, memiliki keinginan untuk dipinang oleh pangeran dari sebuah kerajaan megah. Layaknya cerita-cerita ala Perrault, Grimm, yang kemudian diadaptasi oleh Disney, sosok pangeran identik dengan seorang lelaki tampan, berperilaku baik, gagah, dan tentunya kaya. Siapa yang bisa mendapatkan lelaki itu, tentunya adalah seseorang yang beruntung.

Itulah alasan mengapa Catherine 'Kate' Middleton dan Meghan Markle dianggap sebagai dua perempuan yang beruntung. Meskipun mereka berdua tidaklah berasal dari keluarga bangsawan, tetapi mereka bisa mendapatkan dua pangeran dari Kerajaan Inggris: William dan Harry. Sebuah kerajaan besar, masih berkuasa, punya sejarah yang panjang, dan dikenal kaya raya. 

From royal.uk


Bagi sebagian besar masyarakat, tidak ada lelaki lain yang bisa dibandingkan dengan pangeran. Memiliki pangeran sebagai jodohmu adalah hal terbaik yang bisa perempuan dapatkan. Kamu akan mendapatkan citra yang baik, kehormatan tinggi, baju-baju mewah, dan tentunya, penampilan yang tak akan pernah terlihat buruk meskipun kamu baru mengejan dan melahirkan sekalipun, layaknya Kate Middleton yang secara ajaib terlihat seperti perempuan yang akan pergi ke acara minum teh, usai dia melahirkan. 

Menjadi perempuan dalam kasta tertinggi
Sebagai seorang putri, kamu mungkin berpikir bahwa kamu tidak perlu repot-repot memikirkan masalah finansial. Kamu tidak akan pernah jatuh miskin. Kamu mungkin juga memiliki segudang pelayan yang akan membantumu melakukan segala hal. Kamu tak perlu lagi capek-capek pergi ke pasar memilih bahan makanan, mencuci baju, atau mencuci piring. Setelah menjadi putri, dijamin kulit tanganmu akan menjadi sehalus sutra. 

Tambahan lagi, kamu tidak mungkin berdesak-desakkan di dalam kendaraan umum.

Namun kalau menjadi putri adalah hal yang menyenangkan layaknya kisah Cinderella, mungkin tidak akan pernah ada kisah Diana. Pada zamannya, Lady Diana Spencer, istri dari Pangeran Charles, adalah perempuan yang diidolakan oleh banyak orang. Para lelaki menganggapnya sebagai perempuan sempurna, dan para perempuan ingin menjadi seperti dirinya.

From rd.com


Siapa sangka di balik segala kesempurnaan yang ditampilkan media, kehidupan Diana betul-betul jauh dari kata bahagia. Seperti domba yang akan disembelih, begitu kurang lebih perasaan yang dia rasakan, dikutip dari kumpulan rekaman wawancaranya dalam Diana: In Her Own Words.


Diana berasal dari keluarga bangsawan terpandang. Namun kedua orangtuanya bercerai, dan hal itu menimbulkan luka yang dalam bagi dirinya. Di pengujung usia remaja, Diana bertemu dengan Charles Sang Pangeran, yang sebelumnya sempat dekat dengan Lady Sarah Spencer, kakak kandung Diana. Hubungan mereka pun berlanjut ke pertunangan hingga pernikahan.

Pesta pernikahan antara Diana dan Charles merupakan pesta impian banyak orang. Seperti pesta dalam dongeng-dongeng sebelum tidur. Keduanya pun bak ikon dari cinta sejati. Siapa yang tak mau menikah dengan Charles yang kaya raya dan merupakan calon raja? Siapa yang tak suka dengan kecantikan klasik Diana?

Nyatanya, rumah tangga Charles-Diana penuh sesak. Bukan hanya dua, awalnya ada tiga orang dalam rumah tangga itu. Ialah Camilla, cinta lama Charles yang terus menerus menjalin hubungan dengan pangeran Wales tersebut. Bagaimana pun orang-orang menganggap bahwa segala hal dalam diri Diana jauh lebih baik daripada Camilla, toh nyatanya cinta Charles lebih besar untuk Camilla. Buktinya, mereka pada akhirnya menikah di tahun 2005. Delapan tahun setelah kematian Diana

Masalah Diana bukan sekadar Camilla. Kabarnya, peraturan Kerajaan Inggris yang ketat membuat Diana merasa begitu tertekan. Memang sudah menjadi rahasia umum bahwa ada serangkaian peraturan dan larangan yang harus dipatuhi oleh para anggota keluarga inti Kerajaan Inggris. Bahkan Meghan Markle pun harus menjalankan pelatihan selama kurang lebih enam bulan, untuk membiasakannya dengan berbagai aturan kerajaan.

Meghan dan Catherine, keduanya sama-sama beruntung karena menikahi para pangeran Inggris di era yang modern. Namun meski begitu, toh Catherine alias Kate juga pernah terkena terpaan gosip tak sedap. Suaminya, William, pernah dikabarkan berselingkuh dengan model asal Australia, Sophie Taylor, dalam sebuah liburan ski tanpa Kate. Dalam foto-foto yang diambil secara sembunyi-sembunyi, terlihat William tengah bercanda bersama Sophie dan teman-temannya. Memang bukan bukti autentik atas sebuah perselingkuhan, tetapi, rumor-rumor seperti ini jelas bukan hal yang menyenangkan bagi perempuan.


From popsugar.com


Menjadi istri dari seorang pangeran dalam kerajaan yang masih berkuasa, mungkin akan membuatmu terlepas dari jerat kemiskinan. Kamu tak perlu pusing-pusing lagi memikirkan apa yang bisa kamu makan, pakaian apa yang bisa kamu kenakan, dan jaminan kesehatan untuk anak-anakmu. Namun, menikahi seseorang dari lingkungan yang elit semacam itu, memang butuh banyak pengorbanan. Nyatanya, tidak semua orang siap dengan hal itu. Termasuk Diana, sang putri sepanjang masa.


Barangkali, akan lebih baik bila kamu, yang tidak siap kehilangan kebebasan untuk menadi dirimu sendiri, bermimpi menikahi pria mapan lain, yang latar belakangnya lebih membumi dan tak membuatmu jadi sorotan media.


Foto utama: fromheartapps.com

Post a Comment

0 Comments