Cara Menjadi Selebgram yang Tidak Menyebalkan dan Memuakkan





Kalimat yang pernah diutarakan oleh Jean Baudrillard nampaknya menjadi ramalan yang nyata adanya: kita hidup di suatu masa ketika informasi begitu banyak, tetapi minim makna. Kamu bisa melihatnya dari begitu banyak pemengaruh dengan konten-konten yang tak punya esensi atau menyalin konten lain. Atau malah, memberikan konten-konten yang negatif dan menyebalkan. 

Menjadi menyebalkan atau tidak, itu adalah pilihan. Namun mungkin kamu yang membaca ini tidak ingin menjadi pribadi yang menyebalkan di media sosial. Atau barangkali, kamu ingin membagikan tautan ini ke pemengaruh (influencer) favoritmu. Jadi, lebih baik ketahui hal-hal apa saja yang membuatmu menjadi influencer nan menyebalkan:

1. Marah karena warganet terlalu banyak bertanya

Kamu tidak mengunci akun media sosialmu. Kamu juga terlalu banyak mengumbar cerita pribadimu. Mulai dari keluarga hingga masalah cintamu. Suatu saat, ada banyak warganet yang bertanya "Kak, kakak punya pacar baru?". Lalu kamu marah. 

Bila kamu adalah pemengaruh yang cukup waras, kamu akan tahu bahwa ada aksi ada reaksi. Maka, kalau kamu tidak mau ada banyak warganet yang banyak bertanya perihal masalah pribadimu, sudahlah, tampilkan saja hal-hal di luar kehidupan pribadimu dalam media sosial.

2. Menghakimi
Kamu adalah influencer, bukan hakim. Jadi, selama orang lain tidak membuat masalah terlebih dahulu padamu, jangan buat masalah duluan. Tak perlu menggurui orang lain, mengomentari kehidupan orang lain, apalagi menganggap bahwa dirimu lebih baik dan menggiring para penggemarmu untuk berlaku sama.

3. Ribut dan menggurui soal politik
Apabila kamu bukanlah pemengaruh yang memang berkecimpung di bidang politik, sebaiknya kamu tidak perlu membicarakan topik ini. Apalagi terlihat mendukung salah satu pasangan calon. Kamu boleh norak, tetapi jangan bodoh. Tidak ada yang hitam maupun putih dalam politik. Lagipula, pilihan politik adalah sesuatu yang sebaiknya disimpan sendiri saja seperti kalau kamu sedang buang air.

4. Melakukan tindakan plagiat
Ini adalah sebuah dosa sosial bagi siapapun, bahkan bila kamu bukan influencer sekalipun. Plagiarisme adalah sebuah hal yang menunjukkan kemalasan berpikir, dan hal itu merupakan salah satu hal terendah yang mungkin bisa dilakukan makhluk dengan otak seperti manusia.

5. Melakukan kebohongan
Iya, semua orang berbohong. Namun pastikan kebohonganmu tidak besar, memalukan, dan merugikan orang lain.
Foto penuh rekayasa Daryl (diambil dari Instagram @darylaiden)

Ada satu contoh amat lucu terkait kebohongan influencer belum lama ini. Influencer tersebut adalah Daryl Aiden Yow, fotografer lokal asal Singapura. Ada beberapa foto Daryl yang rupanya merupakan rekayasa. Daryl mengambil foto-foto pemandangan dari situs semacam Shutterstock, kemudian menempatkan dirinya di sana dengan menggunakan Photoshop. Termasuk bahkan dalam kontennya yang merupakan iklan bagi produk ponsel berkamera ternama.

Ketika ketahuan, kamu akan merasakan malu yang berlipat ganda. Bukan hanya itu saja, kamu tidak akan dipercaya lagi oleh pihak manapun. Tamatlah kariermu sebagai pemengaruh media sosial.

6. Melakukan pelecehan
Tentang apapun. Seperti yang dilakukan oleh seorang komika tenar, Indra Frimawan beberapa waktu lalu. Kesal karena dibanding-bandingkan dengan rekan-rekannya sesama comics, Indra pun mengatakan pada seorang warganet bahwa meskipun film yang dibintanginya belum banyak, tetapi dia telah sering tidur dengan para perempuan, dan bisa saja dengan saudari warganet yang bersangkutan.

Indra memang sudah meminta maaf. Namun, kesalahan yang terlanjur menyebar di media sosial sulit untuk dimaafkan.

Begitulah. Tidak mudah menjadi selebgram tanpa bumbu menyebalkan. Semua orang bisa menjadi terkenal, sekarang. Namun bisakah tetap menjaga harga diri, setidaknya agar kamu tidak dicaci sebagai pemengaruh yang justru membawa pengaruh buruk dan membuat kesal? Kalau tidak, sepertinya lebih asyik jadi orang biasa, bukan?

Lagipula, suatu saat mungkin era selebgram dan pemengaruh jenis lain yang saat ini sedang marak, akan tenggelam. Yah, begitulah hidup dengan segala permainannya. Mungkin benar apa yang pernah dikatakan Socrates: tidak ada perkara manusia yang benar-benar serius.

Foto Utama: kopitiambot.com

Post a Comment

0 Comments