Mengapa Orang Jakarta Suka Berlibur ke Puncak Bogor?


Bagi kamu yang tinggal di Jakarta, mungkin kamu sudah tidak asing lagi dengan aktivitas berlibur ke puncak di akhir minggu. Puncak memang menjadi alternatif liburan favorit bagi warga Jakarta. Bahkan sebuah survey data primer yang dilakukan oleh DLLAJ pada tahun 2001 mengatakan bahwa volume kendaraan lalu lintas ke puncak per harinya rata-rata adalah 28.800 kendaraan per hari.

Pada bulan April lalu, bahkan volume kendaraan di Puncak sempat mencapai 36.534 mobil. Ditambah sistem buka-tutup arus, hampir dipastikan kamu akan mengalami kemacetan berjam-jam yang menjemukan dalam perjalanan menuju Puncak Bogor. Namun, mengapa orang-orang, terutama dari Jakarta, selalu suka berlibur ke Puncak? Ini dia alasannya:

1. Udara yang sejuk


Seorang psikolog budaya bernama Lei Wang dari Universitas Peking pernah membuat sebuah penelitian. Dari penelitian tersebut, diketahui bahwa orang-orang yang hidup di lingkungan sejuk memiliki pembawaan yang lebih riang, tenang, dan mudah berinteraksi dengan orang lain. 

Dibandingkan Jakarta yang panas, iklim di puncak Bogor jelas jauh lebih sejuk. Iklim sejuk ini membawa perasaan tenang dan sangat cocok untuk menyegarkan pikiran sebelum beraktivitas lagi di Hari Senin

2. Pilihan wisata yang beragam

Ada banyak pilihan wisata yang tersedia di puncak Bogor, seperti misalnya Taman Safari Puncak, Taman Bunga Nusantara, dan Agro Wisata Gunung Mas. Semua tempat wisata ini tidak hanya indah, tetapi juga menawarkan pengalaman wisata yang unik dan cenderung dekat dengan alam. Hal ini jarang ditemui di kawasan Jakarta yang cenderung metropolitan dan jauh dari bentang alam nan murni.

3. Penginapan yang banyak dan nyaman

Di puncak Bogor, kamu bisa menemui berbagai hotel dan villa puncak yang menawarkan pengalaman menginap yang nyaman. Kamu bahkan bisa melakukan pemesanan sewa villa puncak melalui Internet di berbagai situs sewa villa puncak.

Hotel dan villa-villa puncak ini pun dikelilingi oleh pemandangan alam yang apik dan udara nan sejuk. Saat bangun pagi, kamu dapat menghirup segarnya udara yang barangkali sulit kamu dapatkan di Jakarta.

Sebetulnya, bukan tentang kemewahan, tetapi tentang bagaimana puncak dapat membawa ketenangan dari Jakarta dengan iklim yang cenderung panas, dan menyebalkan. Bukankah kita memang menyukai tempat-tempat yang berbeda dari habitat asli kita, karena hal tersebut memuaskan rasa ingin tahu kita?

Post a Comment

0 Comments