Crazy Rich Asian: Mengapa Kamu Tak Bisa Mendapatkan Orang Kaya dengan Tangan Kosong?



Ada banyak miskonsepsi di pikiran orang banyak usai menonton Crazy Rich Asian. Miskonsepsi itu antara lain tentang kemungkinan bahwa orang yang kekayaannya 'gila-gilaan' bisa jatuh hati pada orang yang miskin.

Nyatanya, apa yang digambarkan dalam film tersebut tak semudah itu. Dibandingkan berbagai film dan FTV, Crazy Rich Asian jelas lebih realistis. Rachel Chu, kekasih dari lelaki super kaya Nick Young, bukan sembarang anak imigran miskin tanpa kualitas.

Premis 'orang miskin, bodoh, lugu, tak berpendidikan, tetapi baik hati dan bisa mendapatkan cinta orang kaya' adalah premis yang biasa dipakai oleh FTV dan film-film tanpa riset. Kondisi ini hampir tak mungkin terjadi di dunia nyata, dan yang jelas, berbeda dengan apa yang digambarkan dalam film Crazy Rich Asian. Pasalnya, meskipun ayahnya tak jelas dan ibunya tidak kaya, Rachel Chu adalah seorang pengajar di kampus bergengsi Amerika Serikat.

Rachel Chu Tidak Datang dengan Tangan Kosong


Paul Bourdieu, seorang filsuf Prancis pernah mengatakan bahwa ada empat modal/kapital di arena sosial. Modal ini merupakan 'senjata' bagi kita untuk memenangkan berbagai hal dalam kehidupan . Yang pertama adalah kapital simbolik. Kapital simbolik merupakan kehormatan atau prestise dalam diri seseorang karena dianggap sebagai sosok yang alim, baik, penting atau unggul. Yang kedua, kapital ekonomi. Kapital ini dimiliki oleh mereka yang memiliki kekayaan. 

Yang ketiga, kapital sosial. Mereka yang memiliki kapital sosial memiliki jaringan pertemanan yang luas dan dapat menunjang kehidupan mereka. Yang terakhir, kapital budaya. Kapital budaya dimiliki oleh mereka dengan gelar tinggi dan pengetahuan luas.


Maka, bisa kita lihat bahwa Rachel Chu memiliki kapital budaya yang tinggi. Dia pintar, lulusan kampus ternama, dan mengajar di kampus bergengsi. Bahkan kapital budaya itu lebih besar daripada kapital budaya yang mungkin dimiliki Nick dan keluarga kayanya, mengingat seorang pengajar dianggap jauh lebih pintar daripada mereka yang bukan merupakan pengajar di universitas.

Rachel Chu tidak datang dengan tangan kosong. Tidak ada orang yang berhasil menembus hati seseorang yang dipisahkan oleh strata sosial yang berbeda, kecuali bila dia memiliki senjata berupa modal tertentu.

Kamu mungkin akan bertanya-tanya: bukankah ada banyak istri konglomerat yang bukan berasal dari keluarga kaya dan tidak sepintar Rachel Chu? Coba lihat latar belakang mereka. Mereka mungkin jago dalam bergaul (punya kapital sosial), punya gaya yang unik, stylish dan berkelas (kapital simbolik), atau mereka adalah selebritas (kapital simbolik). Lupakan adegan "tertabrak orang kaya di jalan, kemudian jatuh cinta satu sama lain" karena tidak ada orang yang mau repot-repot mencintai orang lain yang status sosialnya amat jauh di bawah mereka tanpa alasan.

Ribuan tahun orang-orang begitu repot merumuskan cinta dan menganggap bahwa cinta tak butuh alasan. Nyatanya, untuk jatuh cinta kita butuh alasan. Bila ada orang yang masih bisa menerima pasangannya walau pasangannya sudah tak memiliki kapital-kapital itu lagi, hal tersebut sudah lain cerita karena waktu yang kita habiskan bersama pasangan bisa membuat kita merasa nyaman dan terikat dengan dirinya.

Jadi, masih mau bermimpi mendapatkan manusia 'crazy rich' dari mana pun? Pastikan kamu punya senjata yang ampuh.

Foto: Berbagai Sumber

Post a Comment

0 Comments