Opini: Kamu Tahu, Begitu Lantangnya Kebohongan Dibuat



Belum lama ini saya mengetahui bahwa seorang kenalan, yang seringkali menunjukkan citra baik-baik dan relijiis, rupanya sering melakukan tindakan asusila. Ada pula kenalan yang selalu menampakkan citra pekerja keras, nyatanya adalah pemalas paling wahid saat di kantor yang hobinya berkilah saat diminta untuk mengerjakan pekerjaan berat.

Saya jadi semakin yakin dengan hal ini: langit tak perlu menunjukkan bahwa dirinya tinggi. Orang tidak perlu menunjukkan kebaikan, kehebatan, dan kecerdasannya bila dia memang benar demikian.

Lalu saya menjadi teringat dengan berita yang baru-baru ini memanas: seorang aktivis yang tidak betul-betul dipukuli dan dianiaya. Aktivis perempuan itu begitu ingin membangun citra peduli, citra hebat, dan citra kritis.

Pada era orde baru dulu, dia gemar mengritik pemerintahan di masa itu. Di masa kini, kita lihat bahwa dia masih gemar mengritik. Hidupnya seolah tak lengkap apabila tak mengritik. Bahkan soal evakuasi jenazah korban kapal di Danau Toba, dialah yang mengompori para keluarga untuk menuntut jenazah tetap diangkut ke atas, walaupun hal tersebut sangat sulit dilakukan dan membutuhkan waktu.

Ada banyak cara yang dilakukan oleh manusia untuk mencari makan dan bereksistensi. Beropini, sejatinya sah-sah saja. Namun terlalu banyak mencari masalah untuk dikritik sepertinya merupakan tanda gangguan mental dan kepribadian.

Untuk kita, masyarakat yang lebih banyak menerima informasi dari pihak ketiga, lebih baik jangan telan bulat-bulat semua hal yang kita dengar dan lihat. Kita memiliki kecenderungan untuk tergiring opini, terutama opini yang kita setujui.

Hampir semua hal yang ditampakkan di media sosial tidak betul-betul menunjukkan seluruh kebenaran. Di media sosial, temanmu mungkin bisa berlagak seperti pahlawan, padahal, ada tujuh puluh persen dari dirinya yang merupakan pecundang hebat. Tiga puluh persen kemuliaannya itulah yang dia tampilkan habis-habisan.

Lagipula, kita memang hidup pada era saat kebenaran begitu mudah untuk ditemukan (dengan teknologi terkini), tetapi kebohongan juga lebih mudah direkayasa dengan baik.

Post a Comment

0 Comments