Goblin: Bagaimana Rasanya Menjadi Orang yang Hilang?


Setiap orang memiliki kenangan, pasti! Kegiatan di masa lalu akan menjadi kenangan di masa kini. Entah itu dilupakan atau diingat lekat-lekat. Barangkali tidak utuh, hanya beberapa keping saja. Namun memori itu pasti masih ada, apalagi ingatan tentang orang tersayang.

Menjadi orang yang selalu diingat oleh orang lain, tentu mengharukan. Perasaan yang demikian seperti: senang karena kita memiliki jejak di hidup seseorang.

Lalu, bagaimana jika ada permainan takdir yang membuat diri kamu menghilang di ingatan semua orang? Semua yang berhubungan dengan kamu lenyap: kenangan, foto, pakaian di lemari, bahkan tulisan yang berisi namamu terbakar dan musnah. Semuanya tiba-tiba tidak ada, dan kamu diasingkan di sebuah tempat yang tidak akan dijangkau manusia. 

Tidak ada satu pun manusia yang menyadari bahwa kamu pernah ada. Sehingga kamu adalah satu-satunya orang yang mengingat dirimu sendiri dan kenangan yang pernah kamu ciptakan bersama orang lain. Padahal saat kamu masih bersama mereka, kamu begitu berarti dan dicintai. Sangat menyakitkan, bukan? Seperti sebuah hukuman yang amat sangat berat.

Cerita pedih seperti itu ada di sebuah drama Korea yang berjudul Goblin. Drama tersebut berkisah tentang seorang Goblin bernama Kim Shin yang dihukum oleh surga karena telah ikut campur dalam takdir kematian manusia yang sedang hamil dengan cara menyelamatkannya dari sebuah kecelakaan. Hukuman itu berupa rasa cinta yang timbul kepada Eun Tak yang tak lain adalah anak dari manusia yang diloloskan dari ajalnya itu sendiri.

Yang perlu digaris bawahi, bukankah tidak ada hukuman yang membuat hati berbunga-bunga? Pihak Surga tidak akan memberikan hukuman manis secara cuma-cuma tanpa ada alasan tersendiri. Pasalnya, ternyata Surga diam-diam menakdirkan kematian Goblin dengan cara dibunuh oleh pengantinnya sendiri.

Rasa cinta yang membuncah diantara keduanya membuat mereka kompak untuk tidak menghiraukan keinginan Surga dan secara ilegal mereka menghindar dari takdir yang telah ditetapkan.

Singkat cerita, para Dewa semakin geram. Akhirnya pihak Surga menjatuhi hukuman paling berat yaitu dihilangkan dari ingatan manusia. Semua yang penah Goblin lakukan seolah-olah tidak pernah ada. Orang yang pernah berinteraksi dengannya bisa menjalani hari-hari normal seperti biasa tanpa ditimpa rasa sakit karena kehilangan, berbeda dengan Goblin yang begitu luka karena dilupakan dan harus menanggung memori manis sendirian.


Di kehidupan nyata, cerita demikian memang tidak pernah ada. Namun, pernahkan kamu membayangkan jika tiba-tiba kamu dilupakan oleh orang yang begitu berarti di hidupmu? Seperti orang tua atau kekasih hati misalnya. Teramat menyesakkan, bukan?

Jika dipikir-pikir lagi, menjadi manusia haruslah bermakna di hati orang lain. Sebab, eksistensi manusia adalah poin utama yang mendeskripsikan bahwa ia hidup. Percuma hidup jika tidak ada satu pun orang yang tahu bahwa kamu ada.

Lantas, apakah kamu telah membuat jejak agar setidaknya ada beberapa orang yang akan mengenangmu setelah kamu tiada?

Foto: Viu

Post a Comment

0 Comments