Tentang Royalti, Privasi, dan Selera Manusia Masa Kini


Kemajuan teknologi selalu dekat dengan hobi manusia memainkan ponsel sepanjang hari. Ada banyak alasan yang membuat kita betah di depan layar ponsel pintar: nonton film, main media sosial, membaca buku, nonton berbagai konten youtube, main game, atau sekadar kepo akun gebetan. Ada sangat banyak trivia yang memungkinkan kita berlama-lama memainkan smartphone.

Keadaan yang demikian secara tidak langsung membuat kita serba tahu soal apa-apa yang sedang ramai di lini masa. Salah satunya yang lagi trending akhir-akhir ini.

Mungkin kamu sudah tahu atau malah sudah menonton youtube yang sedang riuh dibicarakan soal klarifikasi putus cinta influencer (pemengaruh) instagram. Cerita singkatnya, ada sepasang kekasih yang juga selebritas instagram dan vlogger. Si selebgram ini selingkuh, padahal dulunya ia dan pasangannya adalah couple goals yang didambakan oleh jutaan umat dunia maya. Hubungan yang terlihat harmonis, mesra, dan penuh cinta, bisa kamu lihat di diri pasangan tersebut. Kami tidak akan membahas soal citra mereka di media sosial dan kehidupan nyata yang berbanding terbalik karena kami sudah pernah mengulas tentang pencitraan ekstrem media sosial di podcast Graf, sila dengarkan. Kami hanya akan mengulas soal selera kita sebagai manusia yang mudah berubah.

Sebelum itu, mari sejenak berbicara soal uang yang bisa dengan mudah diperoleh melalui telepon genggam.

Dunia nyata dan dunia maya di masa kini sama-sama ramainya. Kamu bisa menemukan mal, toko buku, tempat bersantai, bank, kantor, dan lain-lain di dalam ponselmu. Dan mengesankannya, kamu bisa menggunakan jari-jari tangan sebagai ganti dua kaki untuk menjelajahi suatu tempat. Nah, itulah mengapa tidak aneh jika banyak orang memperoleh penghasilan dari bermain ponsel pula. Salah satunya dengan membuat konten di youtube.

Konten kreator! Begitu mereka para pemuda kreatif menyebut dirinya. Remaja ini, muda-mudi milenial sedang berlomba membuat sesuatu yang unik. Motifnya bermacam-macam, ada yang fokus untuk memperoleh royalti, supaya terkenal, atau untuk bersenang-senang saja. Hal itu bagus, dapat memberikan pengaruh positif. Namun, segala sesuatu yang ada di dunia memiliki dua sisi, bukan? Maka, pasti efek negatifnya juga tidak sedikit.

Contohnya seperti kasus yang kami sebutkan di atas. Tentang video klarifikasi sepasang kekasih yang putus cinta.

Well, itu masalah pribadi, sedikit tidak etis jika harus diumbar di internet. Apalagi ada bagian yang sensitif dan tidak pantas untuk diceritakan kepada khalayak. Mungkin bagi banyak orang, dua sejoli tersebut terlalu picisan, tidak penting, dan sebagainya. Namun, tidak sedikit pula yang terbawa perasaan dan ikut hanyut dalam ceritanya. Saya bisa bilang begitu karena penontonnya, sangat, mencengangkan! Berjuta kali ditonton. Bayangkan. Dari viewers yang membeludak, bisa merepresentasikan betapa mudahnya kita tertarik kepada hal-hal yang bersifat kontroversi, bukan?

Nah, apakah vlogger itu salah? Tidak sepenuhnya. Sebab, api bisa menyala karena ada pemantik, meja bergerak karena ada yang mendorong. Begitu juga kasus ini.

Hal tersebut karena telah bergesernya mental kita dan menjadikan kita manusia yang mudah mengikuti dan mengidolakan seseorang. Terkenal sedikit, diidolakan. Dianggap keren oleh masyarakat, kita puja mati-matian. Seolah bila kita tak ikut memujanya, maka kita pun akan ketinggalan dan dianggap 'kudet' alias 'kurang update'. Ah, maka mungkin benar pernyataan Pierre Bourdieu, seorang filsuf Prancis, yang menyatakan bahwa 'selera bisa diciptakan, selera tidaklah netral.'

Post a Comment

0 Comments