Kebodohan yang Merusak



Berapa waktu lalu, kolega saya curhat ke saya tentang kegelisahannya. Tentang bagaimana dia bisa menyembunyikan kesedihan tanpa kentara. Dia merasa, dia adalah orang paling unik dan berbeda. Dia bilang, dia bisa mengerjakan banyak hal dengan cukup baik sehingga membuat dia merasa dia pandai dalam hal apapun, dan orang lain tidak ada yang seperti itu.
Dia juga merasa bahwa dirinya adalah orang yang paling menderita di muka bumi ini. Dan dia merasa, dia bisa mengatasi alias menutupi penderitaan itu dengan baik.
Curhatan ini mengingatkan saya pada sebuah artikel dari Mojok.co yang ditulis oleh Nia Lavinia dengan judul: Pikiran “Apa Cuma Gue” dan Kenapa Kita Selalu Merasa Spesial Padahal Nggak”.

Terkait teori-teori tentang perasaan semacam ini, saya kira pembahasan dari Nia sudah tuntas. Nah, di sini, saya hanya ingin mengatakan kepada siapapun kamu, bahwa merasa diri ini adalah yang “paling” haruslah dikurangi. Apalagi yang tingkatannya sudah masuk ke “kesombongan” dan berakibat pada tidak mau belajar, lalu menganggap rendah orang lain. Merasa orang lain tidak sehebat kamu.

Kamu mungkin adalah orang yang punya banyak masalah, yang membuatmu menderita. Namun, sadarlah bahwa kamu bukan satu-satunya orang yang mengalami hal tersebut. Setiap orang punya cara dalam menyikapi masalahnya, ada yang dengan cara menangis tersedu-sedu di kamar, memilih untuk memendamnya sendiri karena itu adalah aib, lalu menjadi biasa di luar. Ada yang dengan cara menceritakan masalahnya ke sahabat, ada juga dengan pelampiasan lain. Namun, sekali lagi, banyak orang yang menderita, yang membedakan hanya cara menyikapinya.

Dan, terkait kemampuan, semua orang juga bisa melakukan apapun asal mau belajar. Banyak yang bisa melakukan ini itu dalam satu waktu tanpa mengeluh, dan sekali lagi, itu bukan hanya kamu. Maka, berhentilah merasa “paling” dan mulai terbuka pada realita bahwa kamu bukanlah satu-satunya. Dengan begitu, kamu akan semakin menghargai orang-orang di sekitarmj dan tidak mudah meremehkan orang lain.

Post a Comment

0 Comments