Bohong!


Bohong!" Perempuan itu menuding ke arah Luck, seorang pria yang begitu pandai menggunakan mimik wajah penuh dengan ketenangan di segala suasana. Warga menggerombol di depan rumah Luck seperti penonton konser. Apakah Luck akan ditangkap? Tentu tidak.

Malah, warga berbondong-bondong datang ke sana untuk membela Luck. Mereka mengamankan perempuan itu, dan kemudian berkata kepada Luck. "Kamu baik-baik saja kan? Orang zaman sekarang memang mudah marah tanpa tahu sebabnya." "Ya, aku memang salah. Walaupun perempuan itu terlalu banyak memindahkan barang di rumah, tetapi harusnya aku menerangkan itu sebelumnya." Sebetulnya, Luck lah yang salah. Kepada perempuan itu, Luck berkata bahwa rumah yang dijualnya punya bahan yang bagus. Nyatanya, bahan pembuatnya hanya setara kualitas tripleks.
Luck memang gemar berbohong. Beberapa kali orang terkena kebohongannya, termasuk Walikota. Misalnya, saat Luck merekomendasikan dirinya karena lihai menggambar. Nyatanya, Luck tidak pintar menggambar. Dia hanya mampu memodifikasi gambar orang lain.

Pekerjaan Luck awalnya hanya pemilik warung. Positifnya, Luck cukup kreatif untuk menyulap warungnya yang biasa jadi keliatan unik. Kepada orang-orang dia berkata bahwa beras yang dijualnya rendah kalori! Beras sintetis! Padahal, ini hanya beras biasa yang terlalu lembek dan diberi sedikit pewarna.

Luck bahkan pernah membuat kota "berdosa". Jadi begini. Luck menyarankan walikota untuk menginvestasikan uang kota ke usaha kendaraan skuter kota sebelah. Nyatanya, kendaraan itu punya kualitas buruk. Walau memang, kota itu mendapatkan keuntungan, tetapi jelas mereka berkontribusi dalam kecelakaan banyak orang yang diakibatkan oleh rendahnya kontrol kualitas skuter itu.

Sebenarnya, kalau dinalar, kebohongan Luck sudah cukup membuatnya dibenci banyak orang. Hmm, beberapa sudah membencinya. Namun, kepintaran Luck untuk berbaur, untuk (pura-pura) membantu, untuk membantu saat ada sorotan, dan hal-hal lain, membuat kebohongan-kebohongan itu dimaklumi. "Yah, namanya manusia, mana mungkin sempurna. Lagipula, Luck sudah membuat kota ini lebih kaya." Tidak sulit jadi orang yang dipercaya. Cukup dengan sedikit kelicikan dan kepandaian berbicara.

Post a Comment

0 Comments