Belajar Cinta dan Kebahagiaan Sejati dari Sufi


Oleh Arya Saputra Puasa
Instagram : @penikmat_sastra00
“Aku memilih mencintai-Mu dalam diam, karena dalam diam aku tak menemukan penolakkan”. –Jalaluddin Rumi-
Secara etimologis menyatakan bahwa akar kata dari Sufi adalah Safa, yang berarti "kemurnian". Hal ini menaruh penekanan terdahap Sufisme pada kemurnian hati dan jiwa. Teori lain mengatakan bahwa tasawuf berasal dari kata Yunani theosofie artinya ilmu ketuhanan.
Tasawuf atau yang kita kenal sufisme merupakan ilmu untuk mengetahui bagaimana cara untuk membuat jiwa menjadi suci, menjernihan akhlak, membangun dhahir dan batin serta agar bisa mendapatkan kebahagian yang abadi. Sufisme adalah konsep dalam Agama Islam, yang didefinisikan oleh para ahli sebagai bagian batin, dimensi mistis Islam, dan ada beberapa yang lain juga berpendapat bahwa sufisme adalah filosofi perennial yang telah lama ada sebelum kemuculan Agama.
Sedangkan sufi sendiri adalah sebutan kepada orang-orang yang mendalami sufisme atau ilmu tasawwuf. Ada beberapa istilah dalam dunia tasawwuf misalnya sufi dan mutashawwif, salik, zahid, murid, mursyid.
Mengingat beberapa nama itu mungkin didalam benak kita, adalah tentang orang yang penyendiri, yang tampak sederhana yang menghabiskan waktu untuk belajar dan jika mengutarakan sesuatu selalu sulit untuk dipahami. Ataupun orang-orang yang punya kharisma tinggi yang sangat memukau.
Sufi juga merupakan orang-orang yang melupakan dunia, mereka memberi talak tiga kepada dunia sehingga tidak lagi tertarik dengannya, dan haram kepada dunia duduk dipangkuan mereka. Mereka adalah orang-orang yang telah patah hati kepada dunia, sehingga perceraian dengan dunia lebih baik bagi mereka. 
Yang mereka cari hanyalah cinta kasih Tuhan. Mengutip perkataan salah seorang seorang sufi, Syekh Jalaluddin Rumi; “Allah mengatakan, telah ku ciptakan segalanya untukmu, dan ku jawab, telah ku tinggalkan segalanya untukmu’.
Ilmu yang dipelajari para sufi adalah ilmu tasawuf, ilmu ini sebetulnya melakukan dekonstruksi yang sangat luar biasa. Membolak-balikan cara pandang, kalau biasanya kita nampak shaleh di depan orang lain, namun ketika sendiri kita tidak nampak shaleh, sufi membalik itu. 
Di hadapan orang lain mereka biasa-biasa saja tapi ketika sendiri di hadapan Tuhan mereka berusaha untuk terlihat shaleh.
Tasawuf adalah akhlak yang baik, siapa yang mengungguli kamu dalam akhlak berarti dia mengungguli kamu juga dalam tasawwuf”. ~Al-Kattani~
***
Kita susah payah mencari harta karun di dunia ini. Tidak kita sadari bahwa harta karun sebenarnya yang paling berharga adalah diri kita sendiri. Sebanyak apapun nikmat yang kamu miliki, selama kamu tak menyadari akan adanya nikmat itu maka pandanganmu akan condong kepada nikmat yang diberikan kepada orang lain. 
Dan di waktu itu kamu akan menjadi orang yang kurang bersyukur. Perhatikan dan syukurilah apa yang kamu miliki saat ini dan janganlah kamu sibuk memperhatikan apa yang telah dimiliki oleh orang lain. Lakukanlah kunjungan rutin kepada diri sendiri sebab tiada yang lebih berharga di dunia ini selain keindahan hati. 
Itu yang diajarkan para sufi. Andai dunia ini dimiliki seseorang maka dia tidak bisa disebut kaya, kenapa? Karena dunia ini fana. Sesekali kita perlu menyadari untuk menemukan ketenangan yang sejati. Untuk apa kita susah payah mencari dunia yang sejatinya dunia ini adalah hukuman yang diberikan Allah kepada nabi Adam.
Para sufi berada di jalan yang sunyi, jalan spiritual, jalan yang melampaui realitas fisik karena Dia yang dituju juga melampaui alam fisikal. Namun jangan kita beranggapan sufi adalah orang yang selalu sendiri, mengerjakan segalanya sendiri, tetapi sufi juga adalah mereka yang makan dan tidur bersama masyarakat, membeli dan menjual di pasar, mereka punya peran sosial, tetapi hatinya tetap ingat Yang Kuasa. Tangan mereka sibuk di dunia namun hati mereka bersama Allah.
Tujuan mereka untuk mendapatkan cinta kasih-Nya, bisa bertemu dengan-Nya, bukan untuk mengejar surga atau lolos dari neraka. “jauhkan itu semua dariku, aku hanya ingin bertemu denganmu”. 
Mendapatkan cinta kasih-Nya adalah sesuatu yang berharga, bertemu dengan-Nya adalah pencapaian yang luar biasa, dan surga, itu adalah bonus. 

Post a Comment

3 Comments