Mereka yang Berbicara (Tidak) dengan Lidah



Kamu tahu hyena? Iya, hewan itu buasnya tidak seberapa terkenal kalau dibandingkan sama singa apalagi serigala. Gila, serigala selalu jadi tokoh jahat bahkan dalam film kartun balita sekalipun! Padahal, di alam liar, sifatnya cukup ksatria.


Hyena adalah pemakan bangkai. Ya, yang memangsa adalah singa, macan kumbang, harimau bengali, apapun...hyena akan menikmati bangkainya. Usaha kecil, hasil besar! Apalagi mereka suka menyerang secara berkelompok, dan di antara kelompok itu, mereka suka bertengkar. Sudah tahu gilanya hewan ini bukan?


Nah, bagaimana bila sekelompok hyena memimpin hutan? Lupakan kisah singa galak, serigala jahat. Saat hyena memerintah hutan, maka hutan tinggal menunggu waktu jadi bangkai.


Pada suatu hari, di sebuah hutan bernama yang bahkan sudah dilupakan namanya oleh para penghuninya (saking trauma menggelayut di benak), para hyena memerintah. Mereka memegang tampuk kepemimpinan.


Salah satu hyena begitu muak dengan singa yang suka marah-marah karena hasil buruannya diambil hyena 75% bagian. "Aku berusaha, dan aku kelaparan! Hewan licik kurang ajar!". Apa yang dilakukan salah satu hyena? Dia memotong lidah singa itu supaya dia tidak bisa mengaum mengabarkan kelicikan hyena!


Namun belum selesai. Ular mendesis, membisikkan kepada semua orang tentang kelompok hyena yang saling berebut daerah subur di hutan. Yang terjadi pada ular? Lidahnya dipotong! Padahal, lidah adalah pemandu ular dalam segala hal. (bersambung)

Hal yang sama berlaku pada harimau, macan kumbang, simpanse, kucing hutan, komodo, meerkat, semuanya!


Sadisnya hyena, lidah-lidah yang dipotong itu mereka kumpulkan, dimakan bersama-sama! Hingga tak ada lagi hewan di sana, selain kaum mereka, yang punya lidah!


Tinggal tunggu waktu saja hingga semua mangsa dirampas, semua hewan mati, jadi bangkai, lalu hyena pesta pora!


Namun para hewan ini, mereka tidak mau tinggal diam. Bersama-sama, mereka berkumpul di suatu tempat, jauh dari kediaman hyena. Tanpa kata-kata, tentu saja karena mereka tidak punya lidah.


Namun, mereka tahu bahwa mereka datang dan akan pergi dengan tujuan sama.


Lalu, di suatu malam, meerkat dan ular meringkuk. Pura-pura jadi bangkai. Hal ini tentu menggairahkan bagi hyena. Mereka langsung menyerang. Mau mencabik kedua bangkai supaya terasa lezat.


Apa yang dilakukan ular dan meerkat? Mereka langsung menggigit tubuh hyena. Ditambah kawan-kawan mereka yang bersembunyi di dalam lubang-lubang buatan meerkat.


Para hyena kelabakan. Belum reda rasa panik, sudah ada gerombolan singa, gerombolan serigala, gerombolan cheetah, simpanse, komodo. Hewan-hewan sangar itu!


Dan begitulah cara hyena kalah. Kengerian itu tinggal cerita.


Hutan pun kembali tenang. Tanpa banyak kata-kata, ya tentu saja, para penduduknya tak bisa menumbuhkan lidah. Namun mereka bahagia karena bisa melahirkan keturunan-keturunan yang lidahnya tak akan dipotong.

Post a Comment

0 Comments