Orang-Orang Partai yang Vulgar







Sebelumnya, mari kita simak apa definisi partai. Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, partai adalah perkumpulan (segolongan orang) yang seasas, sehaluan, dan setujuan (terutama di bidang politik).


Kamu tahu bahwa sejak pemilihan presiden tahun ini digelar, masalah politik memang tidak pernah habis dibahas. Dan sudah jadi rahasia umum kalau ada banyak orang partai brengsek yang punya jabatan. Namun, akhir-akhir ini, mereka semakin brengsek dan vulgar saja.


Jadi, entah mengapa semakin berani saja para orang partai ini menunjukkan keinginan mereka pada sebuah jabatan -bukan karena kepentingan umum, tetapi murni kepentingan pribadi-. Kesal yang karena diabaikan lah, pilih menteri ini itu karena utang politik lah, sampai beberapa yang terang-terangan bilang ingin jabatan tertentu.


Di depan media, mereka dengan gamblang mengatakan berbagai hal yang tidak etis dikeluarkan. Contohnya, memaksakan jatah menteri, kecewa karena tidak diindahkan, lepas jabatan demi jabatan lain yang lebih ajib, semuanya vulgar, frontal 


Kalau orang-orang partai ini jadi aktor dan aktris video porno, mungkin mereka sudah main film dengan tema hardcore. Tidak ada batasan, sadis, tanpa tedeng aling-aling, bikin jijik setengah mampus.


***

Bukan, bukannya munafik, dengan berpura-pura baik di depan media itu baik. Namun, tidak semua hal bisa diumbar di muka umum. Misalnya seperti ini sajalah. Wajar kalau kamu buang air, tetapi tidak wajar kalau itu dilakukan di depan umum.


Kita sudah tahu kalau selain anggota, partai juga punya tujuan khusus, apalagi kalau berkuasa. Semua sudah tahu. Ini bukan sesuatu yang menakjubkan. Masalahnya, bukankah kalau memang gila kekuasaan, setidaknya tidak perlu ditunjukkan dengan gamblang sekali? 


Soalnya, ini jadi pendidikan yang buruk bagi masyarakat. Bayangkan saja, sekarang ini, banyak orang yang menganggap kalau 'politikus minta jatah kursi' adalah hal yang wajar. Begitu pula 'manuver politik yang terang-terangan'. Bahkan, orang yang mempertanyakan hal itu akan dianggap SJW, social justice warrior. Orang banyak bacot tukang protes.


***

Sebetulnya, masalah terbesarnya bukan cuma dari orang-orang partai, karena dari dulu mereka memang sudah doyan bikin masalah. Sekarang ini, semua serba mudah dikabarkan dan diakses. Bukalah agregator berita seperti Line Today atau Kurio. Setiap menit, ada berita-berita baru ditambahkan.


Mau tulis apa lagi? Dari yang layak dibaca, sampai pernyataan-pernyataan tolol, semuanya akan ditulis. Makanya kita bisa lihat dengan gamblang ketololan para orang partai. Bahkan pernah ada yang meremehkan korban bencana, bukan? 


***

Dampak buruk dari fenomena ini adalah, kamu akan merasa muak, pesimistis terhadap dunia, dan kamu tahu bahwa niat baik saja tidak cukup.


Dampak baiknya? Kamu tahu betapa sulitnya memercayai seseorang, dan kamu juga tahu bahwa untuk mengubah nasib, mungkin kamu tidak bisa mengandalkan negara.

Post a Comment

0 Comments