Soal Agnez Mo : Membaca dan Mendengarkan Separuh-Separuh, Kita Juaranya





Maka,sebelum menyalahkan seseorang karena mengartikan ayat hanya sepotong-sepotong saja, sebelum menghina buzzer yang menjadikan judul berita sebagai alat untuk memanas-manasi para warganet, sebaiknya kita ambil cermin dan tanyakan kepada diri kita : apakah mungkin kita sama dengan mereka, hanya saja beda versi?


Kita tahu bahwa banyak warganet marah dengan wawancara Agnez Mo atau Agnes Monica dengan Build. Yang membuat mereka marah adalah pernyataan Agnez bahwa dia berdarah Jerman, Jepang, Tionghoa, dan hanya lahir di Indonesia.



Tentu kalau hanya didengarkan sepotong-sepotong, hal itu berkonotasi negatif. Maka di situlah salahnya. Banyak orang yang telanjur marah. Dan mereka marah hanya karena informasi yang tidak mereka dengarkan sendiri.


Mungkin kalau kamu tidak mau jadi bagian 'masyarakat sotoy' ini, kamu bisa mendengarkan wawancaranya di sini:


https://t.co/njlhZlpR1Q


Dan mungkin kamu punya kesimpulan sendiri. Namun, kalau kamu jeli, kesimpulanmu pasti beda dengan berita panas yang bergulir di tengah warganet.

Berita yang Bergulir Ke Mana-Mana

Sebagian masyarakat Indonesia itu sentimental sekali kalau sudah ngomongin nasionalisme. Seolah mereka paling nasionalis, mungkin juga menjadi garda terdepan kalau ada teroris.


Ini diperparah dengan berita kalau pihak imigrasi akan mengecek paspor Agnez Mo. Belum lagi ditambah dengan permintaan guru besar sebuah kampus terhadap hal itu.


Agnez Mo sendiri merasa kecewa karena omongannya terasa dipelintir. Jelas, poin dia bukan di situ. Dia hanya menyampaikan fakta. Dan juga menyampaikan bahwa biar bagaimana pun, Indonesia adalah kekuatan kariernya.


Walaupun harus diakui, dari segi komunikasi, pernyataan Agnez Mo bisa dibilang sedikit blunder dan berpotensi besar menyebabkan kegagalan komunikasi.


Kegagalan komunikasi merupakan sebuah fenomena saat pesan dari komunikator (penyampai pesan) ke komunikan (penerima pesan). 


Dilansir dari buku Pengantar Teori Komunikasi 1, kegagalan komunikasi bisa disebabkan banyak faktor. Contohnya seperti pesan yang sudah sulit untuk dimengerti, perbedaan bahasa, persepsi negatif, dan sebagainya.


Agnez Mo diwawancara dalam bahasa Inggris. Tidak semua orang Indonesia mampu memahaminya dengan baik.


Agnez Mo juga sudah banyak dapat persepsi negatif. Maklum, artis besar. Dia dicintai sekaligus dibenci.


Pernyataan Agnez Mo juga mungkin ambigu. Bagi orang-orang yang malas menelaah, malas membaca, ini bisa jadi pesan yang sulit dimengerti.


Inilah pentingnya belajar bijak dan kritis. Supaya kita tidak cepat ngamuk saat mendengar suatu pernyataan. Apalagi hanya sepotong-sepotong.


Kebodohan adalah salah satu sumber konflik besar. Mungkin kamu bisa memulai untuk memeranginya dari kamu sendiri, dengan berpikir lebih dalam dan tidak ikut-ikutan jadi bodoh.

Post a Comment

0 Comments