Bagaimana Asal Usul Bahasa di Dunia



Bagian Satu
Kemarin, ada pertanyaan menarik lho buat Superlit : kenapa bahasa di dunia ini berbeda-beda? Nah, simak yuk asal-usul bahasa di sini.

Noam Chomsky, seorang profesor linguistik dari Institut Teknologi Massachusetts, mengatakan bahwa bahasa mulainya muncul sekitar enam puluh hingga seratus ribu tahun yang lalu. Kemunculannya pertama kali di benua Afrika lho.

Lalu, apakah setelah lahir manusia lantas bisa langsung berbahasa secara otomatis? Oh tidak. Awalnya tentu dari gerak tubuh, suara yang keluar dari mulut, dan berlangsung terus menerus hingga diwariskan.

Lama-kelamaan, suara-suara yang keluar dari mulut ini berkembang jadi bahasa yang jelas pengucapannya. Tentu prosesnya tidak sebentar. Dan, kata-kata pertama yang hadir di muka Bumi sangatlah sederhana. Hanya satu kata.

Asal Usul Bahasa dan Isolasi Budaya
Mulai dari suara mulut, berkembang jadi satu kata. Manusia mulai berinisiatif buat menamai hal-hal tertentu sesuai dengan kesepakatan dalam suatu kelompok, dan tentu saja berdasarkan suara mulut itu.

Lama-kelamaan, manusia pun mulai menggabungkan dua kata. Hmm, sama seperti perkembangan bicara batita bukan asal-usul bahasa di dunia?

Lalu, kenapa kok ada banyak bahasa di dunia?

Jadi, ini erat kaitannya sama isolasi budaya.

Zaman dulu, beda sama zaman sekarang. Kamu bisa pergi ke kecamatan sebelah pakai motor atau mobil. Bahkan kamu bisa ke benua lain pakai kapal atau pesawat. Makanya, pertukaran informasi dan budaya zaman sekarang gampang sekali. Ditambah sama perkembangan internet yang masif.

Di masa lalu, antarsatu kelompok dengan kelompok lain saling terisolasi. Apalagi kalau sudah dipisah lautan. Namun, isolasi ini justru membuat dunia kaya bahasa. Setiap kelompok punya bahasanya sendiri.

Persebaran manusia dari satu benua ke benua lain ini, seperti yang disebutkan sebelumnya, bermula dari Afrika. Kelompok demi kelompok manusia mendiami daerah-daerah yang berbeda. Mereka pun berevolusi. Dan mereka membentuk kata-kata yang berbeda.

Kata-kata pun lama kelamaan semakin rumit. Bukan hanya kata -kata tak beraturan, mulai berkembang pula aturan-aturan dalam bahasa. Misalnya, penyusunan kalimat, dan sebagainya. 


Teori Tentang Asal-Usul Bahasa
Sebetulnya, belum ada teori khusus terkait bahasa di dunia. Semuanya hanya perkiraan saja. Dalam buku berjudul How Language Began, Daniel Everett mengatakan bahwa besar kemungkinan, Homo Erectus adalah primata pertama yang bisa berbahasa. Ini pun didasarkan pada kompleksitas tatanan sosial dan juga 'teknologi' yang ada pada masa itu.

Kompleksitas tersebut membuat anggapan bahwa pasti ada pola komunikasi rumit yang berlangsung di antara mereka. 
Dan jangan salah, bahasa bukan cuma apa yang kita ucapkan atau kita tulis, lho. Bahasa isyarat pun juga merupakan bahasa.

Ahli linguistik lain, Arika Okrent, menegaskan bahwa teori-teori yang ada hanyalah 'firasat', alias, tidak bisa sepenuhnya diruntut kebenarannya.

Yang jelas, bahasa erat kaitannya dengan suatu hal yang otomatis dalam ekspresi kita. Lihatlah para bayi. Tanpa diajarkan, mereka bisa menangis, bisa mengatakan "mamama" atau "dadada" contohnya. Dan kedua kata itu, dapat menjadi sumber dari kata "mama" dan "dad". Masih ada onomatope lain yang juga erat kaitannya dengan ekspresi alamiah manusia, atau apa yang didengarnya. Misalnya, 'mengeong' (dari suara meong kucing), 'mendesis' (dari suara ssst ular), dan sebagainya.

Bagaimana menurutmu? Seperti apa teori asal-usul bahasa di dunia yang kamu yakini?

Post a Comment

0 Comments