Menjadi Orang yang Tak Dicintai Kamu


Siang ini panas. Udara Jakarta, seperti biasanya, selalu diliputi polusi. Dan seperti biasanya pula, pernapasanku sesak; yang belakangan kucurigai sebagai akibat dari sifat tak acuhmu, bukan udara buruk itu.
.
.

Hari ini aku memutuskan untuk pulang kerja menggunakan bus kota. Melakukan hal-hal baru, sambil berusaha keras membuang perasaan yang semakin hari semakin besar, semakin sulit dikendalikan, pun semakin membuat pedih.
.
.

Ah, kamu, Sunu, selalu berhasil menghujam dadaku tak kenal waktu. --
.
Sunu, pada Jakarta yang dimusuhi banyak orang, kau selalu bilang bahwa tak ada yang perlu dibenci dari kota ini. Bahkan, kau memintaku untuk menjadi gadis yang menyayangi Jakarta; sebab di sinilah kita awalnya berjumpa.
.
.

Dan aku yang sudah gamblang mencintaimu ini, tentu saja menyayangi kota ini lebih dari Yogyakarya, Surabaya, apalagi kota kelahirkanku: Surakarta. Aku bahagia tak terkira, Sunu.
.
.

Namun, Sunu, kau tahu?
Belakangan kota ini jadi teramat menyebalkan, menyakitkan, seperti ingin membunuhku. Bahkan Kota Tua yang dulu menjadi favorit kita, kini mendadak jadi neraka yang siap membakar hidup-hidup tubuhku.
.
.

Apakah aku harus menahan begini perihnya untuk mencintaimu, Sunu? Kamu sekarang di mana? Cintai aku, bisa? Aku siap mencintai kota lain yang sanggup menyatukan kita.

Comments

Wisata

Popular Posts