Perlukah Menyebarkan Sebuah Berita?


Belakangan ini makin banyak kisah viral yang ternyata tak terbukti kebenarannya.

Kisah "sekte setan" di apartemen yang ternyata adalah suara orang tengah beribadah.

Cerita pedagang bakso tikus yang ternyata hoaks. Sesuatu yang ditemukan oleh pelanggan itu rupanya hanyalah serpihan daging sapi.

Kisah tentang seseorang yang hampir diculik oleh supir kendaraan daring. Rupanya, orang itu hanya paranoid. Si supir tak pernah berniat menculik.

Usai menyebarkan kejadian yang kebenarannya belum pasti, mereka semua minta maaf. Namun, apakah maaf bisa menyelesaikan semuanya? Berita-berita itu sudah telanjur viral, disebarkan oleh orang lain.. Taruhannya, nama baik orang lain.



Jika kamu adalah mereka, maka janganlah terlebih dahulu menyebarkan sesuatu yang kebenarannya belum pasti. Meskipun kejadian tak mengenakkan itu menimpamu. Cukup laporkan pihak terkait atau pihak berwajib, dan jangan "kebelet viral". Jika kamu adalah orang lain, jangan asal menyebarkan berita yang belum pasti kebenarannya. Apalagi, kalau kamu tidak kenal sama orang yang bersangkutan.

Niat hati ingin memberikan peringatan buat masyarakat, apa daya ikut terseret mencemarkan nama baik orang lain.

Post a Comment

0 Comments