Rasa Takut



Hal yang menular bukan hanya virus rupanya. Ketakutan juga menular begitu cepat. Seiring dengan bertambahnya jumlah penderita Corona di Indonesia, mendadak hampir semua orang di negara ini terjangkit rasa takut.

Rasa takut sebetulnya bermanfaat buat manusia. Layaknya Fear dalam animasi Inside Out, ketakutan, memberi sinyal bagi manusia untuk berhati-hati, mawas diri, dan menjadi tameng untuk bertahan hidup.

Manusia membangun rasa takut sebagai benteng melalui berbagai pengalaman dan referensi lain. Saat bertemu ular, kita takut karena tahu bahwa bisa ular hisa membunuh. Saat bertemu seseorang yang misterius, kita juga akan merasa takut karena berpikir bahwa orang tersebut bisa mencelakai kita. 
Jika kita tidak mengenal rasa takut, kita tidak akan menjaga diri kita. Kita akan menerabas semua hal berbahaya, tanpa takut dicemooh, takut dihukum, takut sakit, takut menyakiti, bahkan takut mati. Bukankah itu berbahaya?

Namun, rasa takut yang berlebihan bisa menjadi penghambat dalam hidup. Rasa takut berlebihan, terutama yang sifatnya kolektif seperti saat ini, bisa berdampak buruk pada banyak hal. Ekonomi menurun, daya tahan tubuh menurun, produktivitas menurun, stress meningkat.

Semestinya kita bisa mengelola rasa takut. Jadikan rasa takut sebagai pertanda untuk lebih menjaga diri. Dalam kondisi pandemi, misalnya, rasa takut sebaiknya dipakai untuk rajin membersihkan diri, meningkatkan daya tahan dengan makanan sehat, susu, atau lebih baik lagi dengan vitamin. Menghindarkan diri dari kontak berbahaya. Dan tentu saja, mengontrol agar rasa takut tidak berkembang menjadi stress.

Stress, bisa membuat kita merasa bahwa kita sakit. Dan itu adalah salah satu hal yang mampu menurunkan imunitas tubuh.

Jadikan rasa takutmu sebagai tameng, bukan sebagai sesuatu yang akan memakanmu dari dalam.

Post a Comment

0 Comments