Menjadi Perempuan yang Tidak Membatasi Perempuan Lain



Carrie Bradshaw, dalam film Sex and The City 2 mengatakan : you have to take the tradition, and decorate it your way. Memegang tradisi yang berlaku itu penting, tetapi kamu bisa menyesuaikannya dengan dirimu agar kamu bahagia. Hal tersebut ia ucapkan usai bertemu para perempuan bercadar di Abudhabi yang ternyata bergabung di dalam komunitas fashion. Mereka tidak pernah menyalahkan budaya cadar. Mereka menyesuaikan diri dengan tempat mereka tinggal, tetapi tetap melakukan kesenangan mereka dengan memakai barang-barang fashionable di dalamnya.

Tidak ada yang salah dengan perempuan yang masih memegang teguh tradisi. Tidak salah juga perempuan yang kemudian pindah ke suatu tempat karena tak cocok dengan tradisi kampung halamannya. Yang salah adalah, ketika seorang perempuan menyalahkan perempuan lain karena pilihannya.

Tentu kamu sering mendengar kisah tentang perempuan yang menghakimi perempuan lain karena mereka memutuskan untuk pindah dan menjadi diri sendiri. Namun, tanpa disadari, banyak perempuan 'sok progresif' yang merasa dirinya berpandangan bebas, memuja hak asasi manusia, tetapi menyalahkan perempuan yang suka dengan tradisi tempatnya tinggal dan menjalankannya.

Menjadi perempuan yang kuat bukan soal mendobrak tradisi saja. Bukan juga soal menjelek-jelekkan perempuan yang ogah kerja dan lebih memilih menjadi ibu rumah tangga. Bukan juga mencibir perempuan yang memutuskan untuk tidak menikah. Selama tidak saling merugikan, untuk apa disalahkan? Layaknya kisah di dalam film Monalisa Smile, tidak ada salahnya kamu mau memilih buat melanjutkan pendidikan, bekerja, atau bahkan menikah dan mengurus suami. 

Sebaiknya kita sudahi cibiran-cibiran terhadap perempuan lain. Sebaiknya juga, tak perlu banyak-banyak membaca cibiran media-media yang memang doyan menyudutkan kelompok atau hal tertentu karena dianggap tak sesuai dengan mereka.

Post a comment

0 Comments