Memaafkan Diri Sendiri



Memaafkan orang lain memang sulit, tetapi, terkadang kita lupa bahwa lebih sulit bagi kita untuk memaafkan diri sendiri.

Pernahkah kamu merasa kecewa? Putus asa dengan kehidupanmu? Merasa bahwa kamu adalah orang yang gagal? Merasakan amarah entah kepada siapa? Jika iya, barangkali kamu belum memaafkan dirimu sendiri.

Memaafkan diri sendiri itu sulit. Kamu harus bisa merelakan segala hal yang pernah hilang di hidupmu. Kamu juga harus mengorbankan segala perasaan yang tak membawa manfaat. Misalnya, perasaan cinta kepada dia yang mengingatmu saja tidak, mengorbankan perasaan benci dan dendam pada orang yang menyakitimu, dan mengorbankan perasaan takut dan cemas dalam menyongsong masa depan.

Kamu juga harus bisa menerima dirimu sendiri, dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Menyadari bahwa kamu dan orang lain itu berbeda, tidak bisa selalu disamakan.

Kamu juga harus memahami seperti apa definisi bahagia menurut dirimu sendiri. Kita suka lupa bahwa beberapa hal yang kita kira adalah kebahagiaan semata-mata dipengaruhi selera orang lain. Kamu sedih karena tidak mendapatkan hamper lebaran, hanya karena kamu iri kepada rekanmu, bukan karena kamu memang menginginkannya.

Kamu juga harus berhenti menjadi malas, memberanikan dirimu sendiri untuk menjadi produktif, dan menjadi versi terbaik dirimu sendiri. Bukan versi terbaik orang lain.

Kamu juga harus berhenti menyakiti orang lain, dengan begitu, kamu menghindarkan dirimu sendiri dari pikiran jahat dan dampak-dampak buruk.

Begitu banyak persyaratan untuk memaafkan dirimu sendiri. Namun, kalau kamu memulainya dari sekarang, rasanya kebahagiaan akan lebih mudah didefinisikan.

Ingin menceritakan kisah hidupmu dan dibaca di seluruh dunia? Tinggalkan cara lama, beralihlah ke cara baru. Bukumu bisa terbit di Play Store bersama Graf, gratis desain sampul untuk semua paket. Mulai dari Rp30.000,00, pesan sekarang juga melalui Whatsapp 085-781-069-761

Berdamailah dengan dirimu, Nak.

Post a comment

0 Comments