Mengapa Hari Buruh Diperingati Pada Tanggal 1 Mei?



Bulan Mei rupanya merupakan bulan yang spesial sejak dulu. Oleh masyarakat Eropa, awal bulan Mei kerap kali diperingati sebagai hari menjelang musim semi. Mereka kerap merayakannya dengan festival-festival pagan. Seperti negara Estonia, yang merayakan datangnya musim semi dengan Kevadp├╝ha, atau Yunani yang merayakan kedatangan Dewi Kesuburan, Dewi Maia.


Namun, makna 1 Mei sebagai perayaan segar untuk menyambut musim semi berubah di tahun 1886. Pada saat itu, dua ratus buruh di Amerika Serikat turun ke jalan karena menuntut jam kerja sepanjang delapan jam. Dilansir dari Time, para buruh bentrok dengan aparat, membuat kondisi demonstrasi menjadi ricuh dan menimbulkan banyak korban.


Masih terkait hal tersebut, Time, pada tahun 1929 menyebutkan "para orang lawas melihat 1 Mei sebagai hari penuh bunga, rerumputan hijau, piknik, dan anak-anak. Para sosialis dan komunis menganggapnya sebagai hari yang dipenuhi pidato, parade bom, kekerasan yang disengaja. Namun, pernyataan ini dikeluarkan untuk mengingat kembali May Day 1886, ketika dua ratus ribu buruh Amerika Serikat mengobarkan semangat seluruh dunia agar menuntut hak kerja delapan jam".


Kemudian, pada tahun 1889, International Socialist Conference menyatakan bahwa tanggal satu diperingati sebagai hari libur internasional buruh, untuk mengenang perjuangan mereka di Haymarket tiga tahun yang lalu. Kini, termasuk di Indonesia, 1 Mei diperingati sebagai Hari Buruh Internasional.


Nah, itulah sejarah di balik hari buruh #SobatGraf. Rupanya, sejarah itu berawal di Amerika Serikat, ya. Kalau kamu sendiri, apa yang menurutmu layak dilakukan buat memperingati hari buruh di era wabah COVID-19?


Ingin menceritakan kisah hidupmu dan dibaca di seluruh dunia? Tinggalkan cara lama, beralihlah ke cara baru. Bukumu bisa terbit di Play Store bersama Graf, gratis desain sampul untuk paket standar. Hanya Rp30.000,00 pesan sekarang juga melalui Whatsapp 085-781-069-761

Post a comment

0 Comments