Mengenal Skema Ponzi yang Merugikan dalam Investasi



Sepertinya istilah ini masih agak asing di telinga masyarakat luas. Skema ponzi yang erat hubungannya dengan bidang ekonomi investasi ini ternyata memiliki sisi yang gelap. Dalam artian merugikan bagi seorang penanam modal. Tawaran yang diberikan oleh pihak lembaga investasi pun mampu membuat para investor terjebak dalam transaksi investasi tersebut.

Bukan hal aneh kalau terjadi kecurangan  dalam bisnis. Terkadang orang melakukan hal ini agar mendapatkan keuntungan yang besar dari bisnisnya.  Untuk kamu yang belum terlalu paham mengenai Skema Ponzi, mungkin beberapa penjelasan berikut akan membantu kamu agar bisa lebih mengenal apa itu Skema Ponzi

Apa itu Skema Ponzi?

Jadi apa itu Skema Ponzi? Konsep investasi yang mulanya berasal dari negara Italia ini merupakan konsep penipuan investasi dimana seorang investor dijanjikan keuntungan yang besar tanpa risiko dengan jangka waktu yang terbilang singkat.  Bagi seseorang yang terlalu gelap mata dan mudah tertarik dengan tipu daya lembaga investasi ini, sudah pasti akan terjebak pada investasi bodong ini.

Bagaimana Mekanisme Kerja Skema Ponzi?

Mekanisme kerja Skema Ponzi ini berawal dari sebuah regulator atau lembaga yang menawarkan investasi dengan keuntungan tinggi dalam waktu singkat. Lalu investor tertarik dan menanamkan modalnya kepada lembaga tersebut. Terkadang investor akan mendapatkan pengembalian untung yang besar di awal investasi, tetapi pengembalian selanjutkan akan tersendat bahkan tidak diberi pengembalian. 

Sebenarnya investasi ini membutuhkan aliran dana yang lancar dari investor. Jika tidak, investasi ini akan berjalan lambat dan perlahan mulai runtuh karena pihak lembaga kesulitan untuk membayar keuntungan yang sudah dijanjikan kepada investor.


Beberapa Contoh Korban Investasi Konsep Skema Ponzi

  • First Travel 

Beberapa waktu lalu, perusahaan yang bekerja di bidang biro perjalanan dan umrah ini tertangkap menggunakan skema ponzi dalam bisnisnya. Bedanya ada pada keuntungan yang dijanjikan. Pihak First Travel tidak memberikan keuntungan, tetapi menawarkan paket umrah dengan harga yang murah. Paket umrah yang awalnya  21-22 juta, First Travel hanya mematok harga senilai 14,3 juta saja. Pantas saja para jamaah tergiur dengan tawaran yang diberikan. 

Di balik itu semua, ternyata kekurangan biaya umrah ditutup oleh dana dari jamaah yang mendaftar belakangan.  Namun, kegagalan keberangkatan jamaah umrah ini menguak bisnis First Travel. Hingga akhirnya permasalahan ini dibawa ke ranah hukum.

  • Virgin Gold Mining Corporation (VGMC)

Perusahaan investasi yang beroperasi di Indonesia ini juga menerapkan konsep Skema Ponzi. Awalnya, investor akan dibujuk untuk membeli saham seharga 15 juta per lembar dengan pembagian keuntungan setiap bulannya. Lalu di tahun pertama, investor akan menerima keuntungan sesuai yang dijanjikan. Namun di tahun kedua, pembagian keuntungan ini menjadi tersendat.  Investor yang bergabung dalam bisnis investasi ini mencapai ribuan orang dengan total kerugian 13 triliun rupiah.

Jadi, jangan mudah tergiur dengan tawaran yang diberikan oleh beberapa lembaga. Kamu harus mencari tau terlebih dahulu informasi sedetail mungkin tentang investasi yang akan kamu ambil. Kalau kamu merasa investasi nya tidak masuk akal, lebih baik tidak menjadi investor daripada kamu harus menanggung kerugian itu semua. Bijaklah dalam memilih partner berinvestasi. Jangan sampai kamu terjebak dalam transaksi investasi bodong, seperti menggunakan konsep Skema Ponzi. 


Ingin menceritakan kisah hidupmu dan dibaca di seluruh dunia? Tinggalkan cara lama, beralihlah ke cara baru. Bukumu bisa terbit di Play Store bersama Graf, gratis desain sampul untuk semua paket. Mulai dari Rp30.000,00, pesan sekarang juga melalui Whatsapp 085-781-069-761

Post a comment

0 Comments