Kekuatan Orang Bodoh dalam Jumlah Besar



Jangan remehkan kekuatan orang bodoh dalam jumlah banyak.


Pernah mendengar kalimat itu? Ia diucapkan pertama kali oleh George Carlin, seorang komedian dari Amerika Serikat.


Begini, deh. Pernah nggak sih kamu percaya sama suatu cerita, atau bahkan opini, hanya karena mayoritas orang memercayainya?


Misalnya nih, percaya bahwa sosok selebritas A itu jahat hanya karena hampir semua orang di media sosial bilang bahwa dia jahat. Padahal, kamu tidak punya buktinya.


Atau, percaya bahwa seorang pejabat betul-betul tulus hanya karena mayoritas orang bilang bahwa dia sangat tulus, padahal bisa saja itu pencitraan belaka dan tidak ada bukti bahwa ia becus dalam pekerjaannya.

9

Pendapat mayoritas orang bisa jadi salah, bisa jadi benar. Namun, kalau salah, itu yang berbahaya. Banyak orang yang percaya tanpa bukti, dan mereka telah sukses menjadi orang bodoh dalam jumlah banyak.


Pada era modern ini, arus informasi mengalir begitu cepat. Kamu dijejali pendapat-pendapat dari orang asing di linimasa Twittermu, via like atau retweet dari temanmu. Bum. Pendapat-pendapat itu viral, diyakini banyak orang, dipuji habis-habisan.


Kamu melihat unggahan di Instagram yang viral di kolom Explore. Banyak yang meyakininya sebagai kebenaran. Membagikannya ke stories. Berkomentar seolah paling tahu.


Padahal, viral tak selalu benar.


Tidak selamanya kamu harus meyakini sesuatu yang viral sebagai kebenaran. Tidak selamanya apa yang dianggap benar oleh kebanyakan orang merupakan kebenaran.


Kebenaran begitu mudah dimanipulasi. Oleh framing, provokasi, dan sebagainya.


Lalu, harus percaya kepada siapa?


Intinya, jangan sampai kamu memercayai sesuatu tanpa bukti. Jangan mudah ikut arus. Jadilah skeptis sesekali.


Kekuatan orang bodoh dalam jumlah besar sangat mengerikan, dan kamu jangan sampai terseret ke dalamnya.

Post a comment

0 Comments