Bonnie and Clyde, Mencintai dalam Kejahatan




Sepasang kekasih bisa menjadi cocok satu sama lain karena kesukaan yang sama, misalnya film, musik, atau mendaki gunung. Namun bagaimana jika kesukaan yang serupa itu adalah kejahatan --seperti merampok dan membunuh--?


Kita sedang dihebohkan oleh kasus itu, pembunuhan seorang pria oleh sepasang kekasih di Jakarta. Namun, yang satu itu motifnya adalah uang. Kita akan membicarakan motif yang lebih mengerikan : hobi.


Bonnie and Clyde adalah pasangan penjahat yang tepat untuk merepresentasikan hal tersebut. Mereka merupakan pasangan yang melakukan banyak kejahatan bersama.


Bonnie sendiri tumbuh di Texas tanpa ayah sejak balita. Ibunya menghidupi keluarga dengan menjadi tukang jahit. Bonnie kemudian menikah dengan seorang pria bernama Roy Thornton, kemudian bercerai karena Roy masuk penjara akibat pembunuhan.


Pada saat menjadi pelayan kafe, Bonnie bertemu dengan Clyde Barrow, seorang pria yang sudah melakukan tindakan kriminal sejak muda. Clyde dan saudara-saudaranya hidup miskin sejak kecil dan bersama kakaknya, ia pernah ditangkap karena mencuri.


Clyde tidak pernah kapok menjadi maling karena ia seolah menemukan kesenangan (dan uang tentunya) dalam melakukannya.


Sumber foto : Medium

Ada yang bilang bahwa Bonnie and Clyde bertemu di rumah Clarence Clay sewaktu Bonnie merawat istri Clarence. Namun, berbagai versi yang berbeda itu tetap bermuara pada cinta antara mereka berdua yang membuat Bonnie akhirnya masuk ke dunia kejahatan.


Clyde berulang kali keluar-masuk penjara karena pencurian dan perampokan. Bahkan, Bonnie sempat membantunya menyelundupkan senjata. Namun, seolah tidak kapok, Clyde kembali melakukan perampokan besar di sebuah toko bersama geng-nya. Geng itu terdiri atas beberapa saudaranya dan Henry Methvin, serta...Bonnie. Ya, pada saat itu, Bonnie ikut sebagai penjahat perdana, sempat tertinggal dan ditangkap polisi, tetapi dilepaskan karena kurang bukti.


Semenjak saat itu, mereka sering melakukan kejahatan bersama --perampokan yang banyak berujung pada pembunuhan--. Begitu kewalahan pihak FBI dan polisi dibuat mereka, sehingga Frank A. Hammer, seorang pensiunan Departemen Pemasyarakatan Texas, diminta untuk bekerja kembali demi menangkap keduanya. Hammer memang dikenal lihai dalam menangani para penjahat pada masa itu.


Bonnie and Clyde mengakhiri aksi mereka saat mereka harus meregang nyawa. Polisi menemukan mereka di dalam pelarian, memancing mereka dengan kehadiran ayah Henry Methvin. Seketika saat mobil mereka berhenti dan mereka keluar, mereka ditembak di tempat.


Keinginan mereka adalah dikubur bersama, tetapi hal itu tidak disetujui oleh ibu Bonnie. Akhirnya mereka dimakamkan di tempat yang berbeda.


Pasanganmu bisa mengubah dirimu, entah menjadi lebih baik atau lebih jahat. Maka dari itu, berhati-hatilah saat mencintai seseorang.



Post a Comment

0 Comments