Cara Menghilangkan Trauma Akibat Daddy Issues




Daddy issues atau isu ayah terjadi ketika seseorang mengalami trauma akibat perilaku sang ayah di masa ia kecil, seperti misalnya ditinggal sang ayah atau diperlakukan secara kasar.

Kondisi ini bisa sangat berpengaruh terhadap hubungan percintaan seseorang pada saat ia dewasa. Ia bisa saja menjadi seseorang yang mudah membenci pria, tidak suka dengan hubungan serius, bahkan menjadi 'bucin'. 

Bagaimana jika kamu mengalami daddy issues dan hal itu membuatmu mudah membenci pria? 

Tentu saja, tidak mudah melupakan trauma masa lalu. Kamu akan menganggap bahwa semua pria sama saja dengan ayahmu. Kamu takut dikecewakan seperti ibumu dan seperti kamu di masa kecil.

Traumamu dapat menjadi tameng 

Jika kamu realistis, traumamu dapat menjadi tameng. Kamu tidak mudah dibohongi orang, diberi harapan palsu, dan lebih selektif dalam memilih teman atau pasangan. Hal ini akan menghindarkanmu dari manusia yang tidak berkualitas dan menjerumuskanmu. 

Namun, kamu juga bisa berpotensi mudah kesepian 

Karena kamu kehilangan kasih sayang dari ayah, kamu pun kemudian menjadi pribadi yang mudah kesepian. Bisa saja kamu banyak menjalin hubungan karena takut sendirian. 


Jika sudah begini, ada baiknya kamu memiliki hal untuk mengalihkan fokusmu. Misalnya, sekolah atau pekerjaan. Menjalin hubungan hanya karena kamu haus perhatian tidak akan membawamu ke arah yang tepat. Renungi apakah kamu betul-betul mencintai seseorang atau kamu hanya ingin mengobati kesendirian, sebelum pada akhirnya memutuskan untuk menjalin hubungan. 

Bagaimana jika kamu jadi benci sama lelaki? 

Kalau sudah begini, artinya tamengmu kebablasan. Untuk mengatasinya, kamu bisa mencoba untuk menuliskan apa saja sifat ayahmu yang merugikan. Kemudian, saat memilih pasangan, lihat apakah pasanganmu memiliki sifat-sifat dasar itu? Jika iya, maka tinggalkan saja. Jika tidak, kamu bisa meneruskannya. Jangan membenci pria hanya karena ayahmu bukan pria yang baik, karena nyatanya setiap pria memiliki sifat yang berbeda. Kamu harus berpikir jernih saat melihat sifat asli dari pria itu. Sifat asli bisa muncul saat kamu berhenti 'jaim' dan saat pria itu dihadapkan pada masalah/pada kekuranganmu.

Apabila traumamu sudah mengganggu
Jangan ragu untuk berkonsultasi pada ahlinya, baik psikolog atau psikiater. Kamu bisa mengawalinya dengan konsultasi daring pada aplikasi, kemudian membuat janji. Mereka akan membantumu mengatasi masalah kejiwaan yang sulit buat kamu atasi, kok. Ingat, jangan asal mendiagnosis dirimu dengan penyakit mental tertentu ya!

Post a Comment

0 Comments