Berdamai dengan Diri Sendiri


Begitu mudahnya bagi kita menyarankan orang lain untuk bahagia. Namun, sulit untuk melakukannya kepada diri sendiri. 


Terkadang, tanpa alasan, kamu merasa kosong. Kamu merasa batinmu terusik. Sulit untuk menikmati kehidupanmu. Sulit untuk mencintai dirimu sendiri. Begitu kah? 


Berdamai dengan dirimu sendiri penting untuk mempermudah kamu dalam menikmati hidup. Namun, bagaimana jika kamu tidak tahu caranya? 


Beberapa cara ini bisa membantumu untuk berdamai dengan diri sendiri dan dengan kehidupanmu. 

Menerima Kekurangan, Memperbaikinya, dan Merangkul Kelebihan

Cara terbaik menerima kekurangan adalah dengan tidak merasa rendah diri atas hal tersebut. Setiap orang memiliki kekurangan dan itulah yang menjadikan kamu makhluk yang sempurna. 


Namun, menerima saja tidak cukup. Jika dibutuhkan, kamu bisa memperbaiki kekuranganmu. Misalnya, kamu tidak pandai berbicara di depan umum. Berlatihlah untuk berbicara, buka tip di Youtube atau jika diperlukan, ambil kursus yang harganya sesuai dengan kantongmu. 


Kamu juga harus memaksimalkan kelebihanmu, mengasahnya, dan tidak perlu malu untuk menunjukkannya. Jangan takut dengan omongan orang lain, karena mereka juga tidak ingat dengan kehidupanmu setelah mengomentarinya. 

Mengurangi Interaksi dengan Orang-Orang yang Toksik

Orang toksik bisa ada di mana saja. Mereka bisa ada di kantormu. Di kelasmu. Di sebelah rumahmu. Juga di linimasamu. 


Orang toksik selalu berpikiran negatif terhadap banyak hal, doyan menghakimi, dan merasa bahwa diri mereka lebih baik serta tak segan menunjukkannya. Perilaku mereka dapat membuatmu merasa tidak berarti, marah, dan merasa bahwa dunia ini penuh dengan keburukan. 


Kamu tidak dapat menghilangkan mereka, tetapi kamu bisa menjauh atau menutup telinga. Sibukkan dirimu. Kurangi intensitas bersama mereka dan tidak perlu terlalu sering menanggapi komentar mereka, demi kedamaian hatimu. 

Berhenti Menerapkan Standar Orang Lain untuk Kebahagianmu

Temanmu mendapatkan beasiswa? Memiliki gaji dua digit? Menggunakan perawatan terbaik hingga kulitnya menjadi indah. Atau memiliki ponsel yang bagus? Lalu, kamu pun merasa tidak bahagia karena tidak bisa seperti mereka. 


Namun, benarkah kamu tidak bahagia? Atau kamu sebetulnya punya standar kebahagiaan sendiri yang tidak sama dengan mereka, tetapi tak kamu sasari karena terhipnotis kebahagiaan orang lain? 


Jujurlah pada dirimu sendiri. Tanyakan apa hal yang membuatmu nyaman dan bisa menjadikanmu bermanfaat. Setiap orang memiliki standarnya masing-masing, tak perlu selalu mengikuti arus kebahagiaan orang lain dan kehilangan dirimu sendiri.

Post a Comment

0 Comments