Dunia Tumbuh, Tetapi Kamu Tidak




Ketika kamu memasuki usia kepala dua, waktu berlalu, dunia berubah, dan kamu akan bertemu dengan beberapa krisis hidup. Akan datang saat-saat di mana kamu merasa kosong, merasa bahwa kamu tidak bergerak maju. Kamu merasa bahwa hidupmu tidak ada artinya. Apalagi, jika progres kehidupanmu kamu anggap lambat.

Jika kamu merasakan itu setelah beranjak dewasa, wajar saja. Karena, dunia tumbuh, tetapi kamu sudah tidak.

Tinggi badanmu tidak mungkin bertambah. Tubuhmu tidak akan mengalami perubahan lagi kecuali bertambah kurus atau gemuk. Sekolah wajibmu sudah selesai.

Kamu akan mengalami perjalanan panjang untuk kuliah, lalu bekerja atau berkarier seumur hidup, atau kuliah lagi, lalu bekerja lagi, dan seterusnya. Keputusan berada di tanganmu.

Dan kamu pun merasa terengah-engah mengejar pertumbuhan kehidupan. Berbeda dengan saat di mana kamu masih berada di sekolah wajib. Kamu mengikuti sistem yang sudah disediakan. Kamu tumbuh. Dunia juga tumbuh, kalian berjalan beriringan.

Rasa kosong itu wajar ada di dalam dirimu. Apalagi jika kamu memasuki peralihan usia dari kepala dua ke tiga, tiga ke empat, dan seterusnya. Kamu ingin mengikuti pertumbuhan dunia dengan terus berprogres. Berharap bahwa semua targetmu tercapai sehingga setiap tahun baru tiba, kamu akan bisa membuat target baru.

Namun, kalau kamu terlalu berambisi untuk tumbuh, kamu akan lupa menghargai dirimu sendiri dan lupa menikmati yang kamu miliki.

Maka, di sela-sela usahamu untuk mengejar kehidupan, jangan lupa untuk beristirahat. Kenali dirimu. Beribadah. Berkontemplasi.

Karena, ketika sudah tua kelak, yang kamu kenang bukan hanya pencapaianmu, tetapi kebahagiaan yang pernah kamu alami.


Post a Comment

0 Comments